Sejarah Chelsea, Klub Terbesar di London?
Tidak bisa dipungkiri, bahwa Chelsea merupakan salah satu klub bola terbesar di Inggris. Dengan segala prestasi yang telah dicapai oleh Chelsea seperti 2x UCL Winners, 6x English First Division/Premier League, 8x FA Cup dan masih banyak lagi pencapaian Chelsea. Nah, disini saya akan mencoba untuk menjelaskan dan menceritakan tentang sejarah dari "The Blues".
Chelsea dibentuk pada tahun 1905 oleh seorang pengusaha Henry August Mears di Fulham, West London. Di tahun sebelumnya ia membeli Stamford Bridge dan menjadikannya stadium untuk Chelsea bermain. Pada awalnya, Chelsea tidak banyak memenangi piala dan juga sering naik-turun divisi.
Chelsea baru memenangi piala di tahun 1950-an yang dimana mereka pertama kali memenangi English First Division. Di tahun 1980an sampai tahun 2000an, Chelsea mengalami krisis ekonomi yang dimana owner pada saat itu, Ken Bates menjual Chelsea seharga 60 juta poundsterling ke Roman Abramovich di tahun 2003. Banyak fans Chelsea yang menilai bahwa era Abramovich merupakan era terbaik di Chelsea, dimana di era tersebut Chelsea memenangkan piala UCL 2x (2012 & 2021), 5x Premier League (2005,2006,2010,2015 & 2017), 2x Europa League Champions (2013 & 2019), 5x FA Cup (2007, 2009, 2010, 2012, & 2018), 3x Carabao Cup (2005,2007, & 2015), dan 2x FA Community Shield (2006 & 2010).
Chelsea memiliki beberapa rival seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur sebagai rival terbesarnya. Terdapat juga rivalitas antara Chelsea dan Leeds United yang sangat panas di tahun 1960an sampai 1970an terutama di FA Cup Final tahun 1970. West London Derby adalah sebutan untuk rivalitas antara empat klub yang berada di daerah London Barat, Chelsea, Fulham, Brentford, dan QPR.
Di era Abramovich juga pertama kali kita mengenal manager paling ikonik dari Chelsea, yaitu "The Special One' Jose Mourinho, ia menjadi manager Chelsea dari tahun 2004-2007 dan 2013-2015, ia memenangkan banyak piala nasional di Chelsea. Terdapat beberapa manager yang memegang jabatan tersebut selama era ini seperti, Avram Grant (2007-2008), Luiz Felipe Scolari (2008-2009) Gus Hiddink (2009, & 2015-2016), Carlo Ancelotti (2009-2011), Andre Villas Boas (2011-2012), Roberto Di Matteo (2012), Rafa Benitez (2012-2013), Antonio Conte (2016-2018), Maurizio Sarri (2018-2019), Frank Lampard (2019-2021 & 2023), dan Thomas Tuchel (2021-2022).
Tahun 2022, menjadi akhir dari Roman Abramovich sebagai owner Chelsea, dan lalu Chelsea dibeli oleh pengusaha asal Amerika Serikat, Todd Boehly atau BlueCo. Hal pertama yang dilakukan oleh kepengurusan BlueCo yaitu memecat Thomas Tuchel dan menggantinya dengan manager Brighton saat itu, Graham Potter. Namun, dikarenakan performa tim yang kurang baik akhirnya ia dipecat dan digantikan sementara oleh Frank Lampard. Pada awal musim 2023/2024, Chelsea mendatangkan mantan pelatih PSG, Mauricio Pochettino sebagai manager Chelsea, performa Chelsea di awal musim sampai pertengahan musim bisa dibilang kurang baik, namun menuju akhir musim, performa Chelsea bisa dibilang cukup baik dan selesai di posisi keenam dan mendapatkan tempat di UEFA Conference Leagua. Sejujurnya saya kira dengan performa Chelsea yang mulai membaik ini, Chelsea tidak akan mengganti manager, namun pada awal musim 2024/2025, Chelsea memecat Mauricio Pochettino dan menggantinya dengan Enzo Maresca. Mari kita nantikan saja apa yang akan terjadi dengan kepemimpinan Enzo Maresca di musim ini, saya sendiri berharap Chelsea bisa mendapatkan spot di Europa League, atau jika tetap konsisten dan selalu naik performanya, tentu saja spot di Champions League.

Comments
Post a Comment